Di keseharian kita sering mendengar kata-kata pamali yang sering dilontarkan oleh nenek –kakek atau orang tua sendiri, seperti “eh anak gadis ngga boleh makan didepan pintu nanti susah jodoh” “kalau sapu yang bersih biar suaminya ngga jenggotan” atau “kamu jangan potong kuku pada malam hari”. Kata-kata larangan seperti itu sering kita dengar dikehidupan sehari-hari hingga kita sendiri dibuat bingung dengan maksud dari larangan tersebut.
Daerah Jawa adalah daerah yang masih kuat mempercayai adanya Pamali dan Mitos, karena kebudayaannya yang kental dibawa kedalam keseharian hidup dan ini berkembang menjadi kepercayaan turun-menurun yang diwariskan oleh para sesepuh.
Walaupun sudah masuk ke jaman yang serba modern, namun di Indonesia sendiri masih mempercayai mitos-mitos seperti itu. Karena memang mitos atau pamali ini tidak bisa dilepaskan oleh budaya leluhur dengan tujuan menghindari bala atau musibah.
Salah satunya adalah pamali dan mitos pernikahan. Pantangan yang harus ditaati tersebut diyakini dapat menghindari si calon pengantin dari Bala atau musibah. Tak jarang kamu sebagai calon pengantin dibuat parno dan serba salah akan begitu banyaknya pantangan yang harus ditaati.
Kebanyakan pengantin wanita akan merasa takut, karena jika tidak ditaati khawatir akan ada musibah yang menimpanya, namun jika dipatuhi malah mengurangi ruang gerakmu dalam mempersiapkan rencana pernikahan. Saat ini kamu juga harus bijak menghadapi seputar pamali dan mitos pernikahan agar kamu tidak dibuat pusing saat mempesiapkan pernikahan.
1. Gaun pengantin sobek
Tidak
ada satupun calon pengantin wanita yang menginginkan gaun pernikahannya
sobek. Terkadang kecelakan kecil dalam suatu acara kerap terjadi,
hingga membuat gaun panjangnya sedikit sobek. Namun, ternyata dibaik
kejadian ini memiliki mitos pertanda buruk untuk rumah tangga pengantin
di kemudian hari. Gaun pernikahan yang sobek menyiratkan pesan bahwa
pernikahan yang sedang dilangsungkan akan berakhir dengan kematian sang
pengantin pria.
Kalau ini terjadi siapa yang tidak langsung mood
drop dan khawatir. Tetapi kamu harus tetap tenang, jangan buat gangguan
tersebut merusak hari bahagiamu. Kita yakin dan percaya bahwa umur
seseorang ditentukan oleh Tuhan, bukan hanya berdasarkan gaun sobek
semata kan. Jadi, kamu tidak perlu ambil pusing menyikapi kejadian
seperti ini. Jangan biarkan aura bahagiamu terhalang hanya karena gaun
sobek.
2. Larangan menikah dengan dengan suku Jawa-Sunda
Kamu
memiliki pasangan asal Sunda dan dirimu adalah keluarga dengan
keturunan darah Jawa, kalian siap menikah namun terhalang akan mitos
ini? Larangan ini sebenarnya berawal dari kisah jaman dahulu yaitu
perang Babat. Dan permasalahan perang babat ini sudah menjadi legenda
saja hingga saat ini.
Legenda yang telah terjadi dimasa lampau
tidak berhubungan dengan jodoh yang ditentukan oleh Tuhan kan? Jadi jika
Tuhan sudah menjodohkan kalian sepertinya kamu tidak perlu khawatir deh
dengan mitos seperti ini.
3. Melangkahi kakak menikah akan menambah sulit jodoh si kakak
Mitos
yang satu ini sering sekali terjadi di keluarga. Saat adik ingin
menikah, namun kakaknya belum berencana menikah. Hingga akhirnya si adik
menunda pernikahannya demi menunggu si kakak terlebih dahulu.
Budaya
Indonesia yang kental akan tata krama, kesopanan, dan etika memang baik
untuk ditiru. Namun bagaimana jadinya jika mitos melangkahi kakak
menikah akan menambah sulit jodoh si kakak? Hingga akhirnya menghalangi
niat baik pernikahan si adik, hingga tak jarang kehilangan jodoh karena
kelamaan menunggu si kakak menikah.
Menghalangi jodoh juga tidak
baik kan? Jadi jika kamu mengalami hal seperti ini, coba bicarakan
dahulu kepada kakak dengan baik-baik. Berikan penjelasan dan pengertia
kepada kakakmu agar menerimanya dengan ikhlas. Karena semua jodoh itu
sudah ada yang mengatur, hanya menunggu waktu yang tepat saja.
4. Berkeramas di hari sabtu akan mendapatkan suami ringan tangan
Mitos
kadang memang tidak bisa diterima dengan akal sehat. Salah satunya
adalah dengan pamali untuk anak wanita yang belum menikah untuk
melakukan keramas. Karena konon katanya akan mendapatkan suami yang
ringan tangan.
Wah kalau begitu sulit juga ya, jika kamu ingin
berpergian dengan teman-teman atau pacar namun bad hair day melanda
dihari sabtu. Sebenarnya kebersihan sebagai seorang wanita itu sangat
penting lho. Karena kamu tidak maukan di cap sebagai wanita yang jorok.
Suami
ringan tangan, sebenarnya lebih kepada kepribadian setiap orang. Yang
tidak ditentukan dengan hanya keramas di hari sabtu. Jadi pikirkan
kembali niatmu jika tidak keramas dihari sabtu ya.
5. Tidak boleh membeli barang bekas karena khawatir akan mendapat duda atau janda
Pernakah
orang tuamu atau anggota keluarga lainnya melarang kamu untuk membeli
barang bekas? Jika ya, maksud dibalik larangan tersebut semata-mata
karena mitos pernikahan akan mendapatkan jodoh seorang duda atau janda.
Orangtua memang menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk urusan
jodoh. Anaknya yang Gadis dan perjaka sangat diwanti-wanti mendapatkan
seorang duda atau janda.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan
seorang janda atau duda. Terkadang hanya persepsi masyarakat saja yang
melabelkan image buruk pada status janda atau duda. Persepi yang salah
tersebut, tidak menjamin akan kebahagian kamu lho. Karena balik lagi
kita hanya bisa berdoa, namun yang menentukan jodoh adalah Tuhan.
Jadi,
mitos pernikahan yang berkembang dimasyarakat memang tidak bisa
dielakan begitu saja. Karena memang tradisi yang kental sudah mengakar
pada tradisi keluarga. Namun, sikapi hal tersebut dengan bijak. Dan
percayakan semuanya kepada Tuhan yang maha mengetahui yang terbaik.
Baca Juga : Tips Memilih Catering Pernikahan


0 Komentar