Setelah melewati masa-masa indah honeymoon, bagi pasangan muda tips mengatur keuangan rumah tangga menjadi PR penting. Kalau kamu tidak segera mengatur perencanaan keuangan dengan matang, siap-siap saja kantong kalian bisa bolong.
Perencanaan
keuangan memiliki peranan yang amat penting, karena dengan penataan
uang masuk dan keluar bisa dialokasikan pada pos-pos yang tepat.
Sehingga kamu tidak perlu khawatir kedodoran untuk memenuhi kebutuhan
rumah tangga.
Mengatur keuangan bukanlah perkara mudah, apalagi
yang dibicarakan adalah masalah sensitif yaitu uang dan masa depan.
Salah-salah kalian bisa terjadi konflik dengan pasangan. Maka dari itu,
perlu jurus jitu untuk mengatur keuangan agar isi dompet tidak kedodoran
diawal pernikahan.
Kali ini Sebelum Menikah akan tips mengatur
keuangan rumah tangga, agar bagaimana menjadi pasangan muda yang pintar
dalam mengatur keuangan.
1. Terbukalah dengan pasangan mengenai pemasukan yang kalian miliki
Manajemen
keuangan yang baik berawal dari keterbukaan antar pasangan mengenai
pemasukan yang dimiliki. Karena ini isu sensitif, sehingga keterbukaan
menjadi kunci. Setelah mengetahui jumlah pemasukan yang dimiliki, maka
kalian baru bisa menentukan budget untuk pos-pos pengeluaran mana saja
yang diperlukan.
2. Tentukan prioritas finansial rumah tangga
Berumah
tangga berarti kalian sudah siap berkomitmen untuk membangun masa depan
bersama. Segala kebutuhan rumah tangga di diskusikan bersama terlebih
dahulu. Termasuk menentukan kebutuhan prioritas. Jika kalian berencana
untuk membeli rumah, dan memerlukan 50% dari pemasukan kalian, maka kamu
bisa mengerem pengaturan pengeluaran sekunder menjadi lebih hemat.
3. Percayakan urusan keuangan pada satu orang
Agar
keuangan lebih terpantau maka percayakan kepada satu orang, baik itu
istri ataupun suami tidak menjadi masalah. Namun sebaiknya pilihlah
salah satu diantara kalian yang lebih teliti dan cermat dalam mengatur
pemasukan dan pengeluaran. Sebagai penanggung jawab keuangan ada baiknya
kamu memiliki catatan kecil mengenai Kas keuangan rumha tangga kalian.
Sehingga ini aka memudahlan di akhir bulan untuk dievaluasi.
4. Tetapkan pos-pos pengeluaran rumah tangga
Listlah
pengeluaran rutin harian maupun bulanan kalian. Catat pengeluaran ini
secara detail. Baik kebutuhan belanja bulanan, biaya transport, makan,
hingga biaya air, telepon, dan listrik. Setalah tau item apa saja yang
menjadi pengeluaran, kalian bisa membuat budget pos-pos pengeluaran.
Semisal pos belanja bulanan, pos air listrik dan tlp, pos cicilan rumah,
pos traveling & liburan, hingga pos tabungan masa depan.
Hal ini tujuannya adalah memudahkan kamu untuk menghitung budget perbulan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
5. Membuat kesepakatan mengenai penggunaan uang siapa yang akan digunakan
Karena
merencanakan financial adalah issue sensitif dalam rumah tangga.
Makanya lebih baik kalian membicarakan sejak awal, dan membuat
kesepakatan bersama. Seperti menentukan uang siapa yang akan digunakan
untuk membayar kebutuhan belanja bulanan, membayar cicilan –cicilan,
hingga membayar tagihan kartu kredit. Semuanya dibicarakan terlebih
dahulu, sehingga kedepannya kalian tinggal melaksanakan kesepakatan
sesuai rencana awal.
6. Jangan lupa menyisihkan 20% dari pemasukan untuk tabungan masa depan kalian
Ini
yang suka disepelekan oleh banyak pasangan muda. Mereka lebih memilih
untuk mengalokasikan budget yang lebih besar untuk bersenang-senang
perbulannya dibandingkan dengan persiapan tabungan. Tabungan ini sangat
penting seperti untuk investasi, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan
anak kelak, dan berbagai macam manfaat. Sehingga jika sesuatu terjadi,
tidak perlu lagi kelimpungan mencari dana bantuan. Maka dari itu,
cobalah untuk memperbaiki keuangan yang kedodoran seperti itu dengan
menyisihkan 20% dari pemasukan untuk simpanan tabungan kalian.
7. Tentukan batas maksimal kelebihan pengeluaran
Kalian
harus memiliki budget maksimal yang bisa ditolerir. Semisal pengeluaran
rutin kalian adalah Rp 12.000.000,- , maka kalian bisa menentukan batas
maksimal dari 12.000.000 tsb menjadi 13.500.00 atau berapapun angka
yang kalian sepakati bersama. Tujuannya adalah agar bisa mengerem
pengeluaran dan tidak kehabisan uang sebelum akhir bulan. Selain itu,
kalian juga bisa mengevaluasi keuangan yang bocor. Karena ini semacam
alat kontrol bagi financial management dalam rumah tangga.
8. Keterbukaan dan komunikasi sangat diperlukan dalam mengatur finansial rumah tangga
Tips
mengatur keuangan rumah tangga yang penting adalah bagaimana membangun
komunikasi dengan pasangan. Keterbukaan dalam menggunakan uang bersama
juga menjadi highlight penting. Jika memang ada keinginan membeli barang
yang tidak direncanakan sebelumnya, sebaiknya dibicarakan terlebih
dahulu sebelum membeli. Agar pasanganmu tidak kaget saat melihat budget
yang menipis.
Mengatur keuangan rumah tangga sebenarnya
susah-susah gampang. Setiap rumah tangga memiliki rumusnya masing-masing
dalam menentukan masa depan rumah tangganya. Jangan ragu untuk
mengatakan pada pasangan jika dirasa perlu dilaukan sebuah evaluasi dan
perubahan anggaran.
Perbedaan pendapat pastilah ada, terutama
dalam menentukan keuangan jangka panjang dan pendek. Namun, semuanya
bisa berjalan smooth dengan kompromi. Dan perlu diingat, keberhasilan
sebuah keluarga juga dipengaruhi oleh kemampuan memanfaatkan uang yang
ada.
Baca Juga : Tidak Perlu Khawatir Menghadapi Mitos Pernikahan


0 Komentar