Harapan atau impian. Setiap dari kita pasti memilikinya, termasuk dalam mempersiapkan pernikahan. Mungkin, begitu banyak yang diinginkan dan dalam prosesnya akan banyak pula rintangan, masalah, untuk mendapatkannya.
Terkadang,
pada praktiknya, mempersiapkan pernikahan pun bisa menyita waktu,
energi, dan pikiran (emosi). Karena itu pula, mengurus dan mempersiapkan
pernikahan bukanlah pekerjaan yang mudah.
Adanya keinginan atau
harapan yang tinggi terkait jalannya pernikahan, kekhawatiran pernikahan
akan berjalan tak sesuai dengan rencana, dan merasa bekerja sendiri
bisa membuat calon pengantin, khususnya perempuan, menjadi tertekan dan
mengalami stres.
Terkadang, menjelang pernikahan, calon pengantin perempuan, tak semuanya memang, cenderung menjadi lebih sensitif, misalnya gampang tersinggung atau marah, mudah menangis, meski hanya karena hal-hal sepele.
Dalam dunia seputar pernikahan, jika seperti itu, apa yang dialami oleh calon pengantin wanita itu biasa disebut dengan istilah “Bridezilla Syndrome”.
Istilah tersebut disematkan untuk menggambarkan calon pengantin wanita yang mudah tersinggung, marah-marah, menangis, ke vendor pernikahan, pasangan, atau keluarga saat apa yang diinginkan tidak tercapai.
Selain karena stres atau cemas jelang hari H pernikahan, Bridezilla Syndrome juga bisa terjadi karena calon pengantin wanita merasa sendirian alias “sibuk sendiri”, merasa kurang diperhatikan oleh calon pengantin pria dan orang-orang sekitar.
Jika sudah begini, tentu hal itu bisa berefek atau berdampak ke segala hal terkait persiapan pernikahan, termasuk ke vendor pernikahan.
Padahal, bila mengingat kembali, inti dari bermitra dengan vendor adalah kerja sama, lebih dari sekadar akad jual beli, untuk mencapai tujuan bersama. Pahami kembali bahwa banyak hal yang mesti dikoordinasikan dan komunikasikan untuk diputuskan secara bersama.
Ada sebab, ada akibat, tetapi jangan lupa juga bahwa selalu akan ada solusi atau jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi, atau setidaknya untuk mengantisipasinya.
Terkait hal tersebut, berikut ini adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan, khususnya calon pengantin perempuan, agar tak mengalami Bridezilla Syndrome dan tetap berhubungan baik dengan vendor pernikahan Anda.
1. Persiapkan pernikahan dari jauh hari
Mempersiapkan
rencana pernikahan sedari dini lebih baik. Akan banyak hal positif yang
bisa pasangan raih jika memiliki waktu yang lebih banyak, misalnya tak
terburu-buru dalam menentukan detail terkait pernikahan.
Jika
bekerja sama dengan vendor pernikahan, hal ini juga akan sangat
membantu. Mempunyai waktu dan persiapan yang matang bisa membuat ikatan
kerja sama Anda dengan vendor bisa lebih cair dan solid.
2. Komunikasi dengan pasangan, keluarga, dan vendor
Komunikasi
selalu menjadi hal yang penting. Calon pengantin pria harus memiliki
kepekaan terhadap pasangannya untuk bisa saling membantu. Calon pria
harus bisa memberi ketenangan terhadap pasangannya.
Begitu juga dengan calon pengantin perempuan, jangan sampai merasa sendiri.
Ungkapkan
dan bicarakan apa yang bisa menjadi tanggung jawab bersama, saling
berdiskusi dan cari solusi bersama. Ini juga berlaku komunikasi kepada
keluarga dan vendor pernikahan.
3. Berbagi tugas atau peran
Ingat, mempersiapkan pernikahan tak bisa dilakukan sendiri. Jadi, jangan merasa beban itu Anda tanggung sendiri.
Pasangan,
keluarga, sahabat, dan vendor pasti akan dengan senang hati bersedia
membantu jika Anda meminta. Ingat kembali bahwa Anda tidak bisa
mengontrol segala sesuatu seorang diri. Berbagilah dengan orang-orang
terdekat.
4. Luangkan waktu berkualitas untuk diri sendiri atau dengan pasangan
Luangkan waktu untuk diri sendiri atau bersama pasangan dan sebisa mungkin tak membahas dulu soal persiapan pernikahan.
Coba
sediakan waktu untuk santai sejenak dan hindari obrolan untuk membahas
rencana pernikahan, termasuk mencari inspirasi pernikahan lewat media
sosial.
5. Berprasangka baik terhadap pasangan, keluarga, dan mitra vendor pernikahan
Merasa
tertekan, stres, juga bisa terjadi ketika selalu memiliki prasangka
buruk terhadap segala sesuatu. Jika seperti ini, masalah sepele pun bisa
jadi besar jika Anda terus memikirkan hal yang buruk.
Karena
itu, cobalah untuk membuang dulu perasaaan tersebut agar bisa merasa
tenang. Hal ini bukan berarti Anda tidak mempersiapkan diri untuk
menghadapi segala risiko atau pasrah tanpa usaha apa-apa.
6. Berpikir realistis dan Berserah Diri
Anda, bersama pasangan, mesti menyadari adakalanya sesuatu yang tak bisa dikontrol atau berada di luar kendali.
Menyikapi
ini, Anda hanya perlu memasrahkan segala yang telah diusahakan, tidak
perlu takut berlebihan. Anda juga harus yakin bahwa semua akan baik-baik
saja. Jangan terlalu memaksakan diri untuk memberikan yang orang lain
inginkan
7. Berdoa
Tak lupa dan juga sangat penting, iringi persiapan dengan doa dan restu dari orang-orang terdekat Anda, khususnya orang tua.
Pada akhirnya, ingat kembali, manusia hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan…
Baca Juga : Ingat Kembali Hal Ini Seminggu Sebelum Pernikahan


0 Komentar